Skip to main content

Posts

Featured

penuh debu

 Aku sudah lama tidak tenggelam dalam tulisan, ya. "sudah bahagia dengan dunia nyata?" tidak juga . Sekarang, aku sedang sibuk bekerja. Aku juga sibuk menyayangi laki-laki, aku tau aku akan selalu bodoh bin dungu kalau berbincang tentang laki-laki dan cinta. Tapi vario hitam yang dia punya, tinggi tegap postur badannya, kebiasaan-kebiasaan baik yang dia lakukan, memijat kepalaku, mengusap punggungku, menjadi banyak hal yang sejujurnya aku jadi kepalang ingin jatuh cinta lagi. Namun ternyata logika masih berlari padaku, menggema dalam otakku. Bagaimana kalau laki-laki itu seperti Ayah? Rasanya batinku masih penuh sayatan tentang ingatan hari itu, aku hanya bisa menangis sepanjang perjalanan pulang. Jenjang kaki-ku terasa tidak sanggup, aku banyak berhenti hanya untuk menangis dan rasanya hampir pingsan. Aku tidak percaya pada cinta pertama anak perempuan, aku tidak percaya pada Ayah. Karna aku anak kecil ( re:perempuan ) yang sedari dulu memeluk lutut serta lukanya sendirian. ...

Latest Posts

Payung dan Hitam

Bunda menyuruhku berbicara, padahal tidak mampu mendengarkan.

Hujan di Desember namun badai pada Januari.

Habun.

3910

Sejak 1999

Apa yang tersisa selain jiwa?

MARHS.