Hujan di Desember namun badai pada Januari.
Suatu hari di awal bulan Desember, ada hujan yang sangat aku sukai. Dengan udara dinginnya, rintik embun yang jatuh dari pepohonan tepat di ujung jalan. Dulu aku sangat mengagumi dia sampai membuatku jatuh cinta tak peduli dia bersikap arogan padaku. Menjadi objek yang menyenangkan untukku, setiap hari aku selalu sudi menjumpainya di detik akhirku. Dia menyapaku dan aku cukup senang dengan itu.
Lalu bulan Januari datang dengan terjangan badai. Aku rindu pada bulan Desember-ku yang penuh kegembiraan, gelak tawa dan tangis haru. Bisa ku ceritakan bagaimana kelak kalau Desember-ku menjadi seseorang, dia akan menjadi seseorang yang sangat berarti untukku. Aku selalu mengingatnya di setiap langkah kaki, aku membiarkan dia memenuhi ruang di dalam otakku dan aku tidak keberatan `pabila dia menjadi penghuni tetap di relung jiwa.
Memang Tuhan selalu memberikan porsi yang seimbang, aku sangat mencintai Desember namun mati tertikam Januari. Dan Desember menjadi hal yang membuatku bersemangat untuk menceritakannya, dia bisa menjadikan aku alasan untuk berkabung pun bersorak.
Desember, mungkin jikalau aku diberikan kesempatan untuk mengulang waktu dan di mana aku harus mengulangnya, ku tetapkan hatiku padamu.
Terima kasih, aku suka.


Comments
Post a Comment