Habun.

"Tuhanmu tidak meninggalkan engkau dan tidak (pula) membencimu"

Salah satu kutipan ayat menurut kepercayaan-ku yang mampu membuat aku jatuh cinta sejatuh-jatuhnya. Tuhan-ku tidak pernah membenci aku yang selalu menyalahkan diri sendiri atas perbuatan buruk yang terlewati, aku merasa malu.

Bahkan aku direndahkan oleh sesama ciptaan-Nya, kenyataannya yang menciptakan-ku tidak akan pernah meninggalkan aku dalam dan bagaimanapun perasaan hati-ku. Dia selalu ada melihatku, beberapa waktu aku merasakan hangat peluk-Nya. Setiap saat aku bersujud bersimbah tangis dan kepasrahan.

Lelah memenuhi berbagai harapan manusia, aku tidak pernah merasa berat untuk memenuhi keinginan-Nya, karna Dia hanya meminta aku menjadi hamba-Nya yang paling baik. Yang suatu hari nanti, kepulangan-ku akan disambut menuju tempat paling indah di sisi-Nya.

Perhatian-perhatian kecil yang Dia berikan. Ketika aku selamat dalam perjalanan menuju tujuan, uang terselip di saku belakang-ku saat bulan sudah menunjukkan akhirnya atau perasaanku yang sanggup tetap tenang di antara kepanikan manusiawi.

Sikap khilaf dariku yang terkadang masih mengejar dunia, Dia mampu memberikan ku teguran paling lembut yang ku rasakan tanpa menyinggung dan membuat ku berbalik ke arah-Nya kembali. Aku merasa dicintai dan itu adalah hal yang sangat manis yang aku terima.

Tuhan-ku mencintai banyak hamba tapi tidak pernah menciptakan rasa cemburu di antaranya, karna Dia adalah Sang Maha Adil. Aku harap siapapun mampu bersikap adil kepada siapapun, juga.

Lima waktu berjumlah tujuh belas, semoga kita semua tidak pernah meninggalkannya tidak peduli suasana sekitar pada hari itu. 


Tulisan ini ku buat untuk menyambut datangnya bulan yang membuatku merasakan atmosfer terhangat di bumi.



Comments

Popular Posts