Apa yang tersisa selain jiwa?

Beberapa kenangan bersembunyi dibalik wangi parfum, film favorit dan tempat-tempat penuh arti.
Beberapa rasa sakit menjelma menjadi kesibukan dan rasa letih yang tiada henti.

Aku manusia yang mudah tertawa, sehingga tangisan adalah asing bagiku. Tapi aku tetap senang kalau yang lain ikut senang.

Bohong kalau aku bilang aku tidak gila, kewarasanku sudah seperti akan ditelan makhluk hitam. Menyebar, perlahan hilang lalu habis tanpa sisa.

Alasan pertahananku tidak semewah orang-orang, sederhana tapi sanggup membuat takut pada Sang Maha Besar. Aku belum sempat mencoba bakmie legendaris di pusat kota atau siomay pinggir jalan yang bumbu kacangnya sangat enak dengan gerobak berwarna coklat itu.

Sembah sujud-ku yang ku rasa belum mampu bersaing dan tidak cukup, aku masih ingin menyempurnakannya. Lebih baik aku menangis daripada aku menyesali setelahnya, tidak apa-apa.

Hal yang belum sempat aku wujudkan adalah berjumpa pada kesempatan baik, sungguh disayangkan apabila aku tidak melakukan pertemuan pada kesempatan yang aku harapkan.

Semoga suatu hari, saat cuaca cerah dalam kondisi yang menenangkan dan waktu yang tepat. Aku mampu membahagiakan diriku tanpa perlu memandang orang lain. Dan rasa percaya serta keyakinan yang bisa menggoyahkan rasa burukku. Ku berdoa, kau pun begitu.





Comments

Popular Posts