3910

 


Aku menyesali tenggelamnya senja, dia pergi tanpa selamat tinggal. Kemudian terkejut oleh kehadiran langit biru tanpa pamrih, tepat berada di atas mata-ku, langit biru itu mengarahkan diri menuju sudut di titik rindu.

Aku jatuh hati pada langit biru, ku pandang kemana dia melangkah membawa lepas dirinya. Aku berputar mengikuti genggaman tangannya, terasa hangat dan menyenangkan untuk perasaanku yang membeku kala itu.

Aku mengerjapkan mata lalu melihat langit biru sudah dipenuhi awan putih, bola mata-ku melebur. Aku tidak mampu menyapa langit biru kembali, jantung ku berdetak tapi membuat dadaku sesak.

Awan putih merebut langit biru dari tatapan indah penuh harapan yang aku punya. Namun aku tidak berhak kesal karna langit biru milik siapapun, aku hanya sang pengagum.

Tapak kaki di atas tanah dan aku berdiri tepat di bawah awan putih, dia meledekku dan mengubah dirinya menjadi berwarna abu. Langit biru yang ku kagumi selama ini, sudah lenyap.

Awan abu bergerak dan menumpahkan isi di dalamnya, aku basah kuyup. Aku tidak menangis bahkan menyalahkan takdir atas kisahku sendiri. Aku merelakannya, merelakan diriku untuk berteman bersama awan abu.

Kabar tentang langit biru yang ku tunggu, tidak pernah kunjung berkata. Aku hanya bisa mengingat sebanyak-banyaknya kejadian menenangkan di kepalaku. Lagi, aku dikerjai semesta.

Comments

Popular Posts